Rabu, 12 Agustus 2009

10 Golongan yang Tidak Masuk Surga

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.

Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”

Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”

Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”

Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”

Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)

“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.

“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”

“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”

“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”

“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”

“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”

“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)

Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!

Gaza Merintih, Di Mana Sisi Kemanusiaan?

Pagi hari ini, saya mendapatkan SMS yang berbunyi, “Saudaraku, bangun, berwudlu dan segera shalatlah setelah membaca SMS ini, karena informasi dari seorang mujahid Palestina masuk jam 01.57 WIB, yang berbunyi; “Sekarang seluruh Gaza mati lampu total dan sirene tanda bahaya berbunyi tanda serangan, HAMAS di Palestina memohon do’a dari kita. Tolong sebarkan SMS ini.” Sumber SMS ini berasal dari seorang ustadz kondang yang sangat peduli dengan masalah dunia Islam, terutama Palestina.

Itulah yang sedang dialami saudara-saudara kita di Gaza. Proses pembunuhan massal yang sangat mengenaskan. Tidak hanya pembunuhan orang-perorang, namun pembunuhan sebuah Bangsa, bernama Palestina. Bayi tak berdosa, anak-anak yang menderita, kaum perempuan yang nestapa, orang tua yang tak berdaya. Di manakah sisi kemanusiaan itu, wahai umat manusia?

Gerakan Perlawanan Islam Hamas meminta negara-negara Arab dan Islam, khususnya Mesir, untuk menghentikan blokade yang diterapkan kepada Jalur Gaza. Isolasi ini mengancam kehidupan ratusan orang sakit setelah terputusnya bahan bakar dan terjadinya tragedi kemanusiaan, “Tak ada alasan bagi siapapun,” tegas Hamas.

“Hari ini pihak Zionis ‘Israel’ meningkatkan ancaman dan blokadenya kepada Gaza hingga mengancam akan terjadinya tragedi kemanusiaan. Terlebih-lebih bahan bakar akan habis dan pasokan listrik di Gaza juga akan habis dalam beberapa jam lagi. Sementara Zionis ‘Israel’ mengancam akan menghancurkan infrastruktur Palestina, mengancam akan membunuh para pemimpin politik Palestina, mengancam akan menghancurkan kantor, lembaga dan departemen yang ada. Mereka mengira, dengan cara itu, bisa mematahkan semangat juang bangsa Palestina lalu tunduk kepada penjajah dan mengangkat bendera putih untuk menyerah,” kata Hamas yakin.

Dr. Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, dalam konferensi pers kemarin malam, Ahad (20/1) menanggapi pemutusan listrik secara total di Jalur Gaza, mengatakan bahwa blokade atau embargo ini bertujuan untuk menjadikan bangsa Palestina tunduk dan meninggalkan komitmen perjuangannya, “Konspirasi untuk menundukkan Gaza tidak akan berhasil, walau luka dan derita kami alami, kami akan katakan kepada semua orang, kami tidak akan mengangkat bendera putih dan tidak akan menyerah,” demikian tegas Abu Zuhri.

“Enyahlah hai musuh bersama konspirasinya, yang ingin menjerumuskan bangsa Palestina dalam perang saudara. Semua ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar, tak akan membuat kami takut. Kami akan terus melangkah meniti janji Allah ta’ala yang pasti. Slogan kami di periode ini adalah sabar dan terus sabar. Tempat bergantung kami hanyalah kepada Allah ta’ala semata, walaupun pasokan listrik, air dan bahan bakar distop, tapi Allah ta’ala akan menggantikannya dengan yang lebih baik dan banyak. Walau musuh terus membunuh para pejuang dan pahlawan kami, tak akan membuat kami putus berpegang pada janji Allah yang pasti,” tambah pernyataan Hamas yakin.

Abu Zuhri menjelaskan bahwa apa yang tengah terjadi ini sebagai “Pembunuhan perlahan, bukan hanya kepada satu orang tapi kepada bangsa seluruhnya.” “Keputusan mati yang dikeluarkan pihak penjajah Zionis ‘Israel’ kepada Jalur Gaza akan membuat bangsa kami menghadapi pembunuhan perlahan melalui isolasi yang ditingkatkan dan menghentikan suplai listrik. Sehingga Gaza tanpa obat-obatan, makanan dan listrik,” imbuh Abu Zuhri.

Juru bicara Hamas ini meminta pertanggungjawaban kepada pemimpin Amerika yang menyebabkan semua ini. Ia mengisyaratkan bahwa Presiden Bush yang memberikan lampu hijau kepada penjajah Zionis ‘Israel’ untuk meningkatkan serangannya ke Gaza setelah kunjungannya ke kawasan.

Hamas menyampaikan keheranannya atas sikap membisu dari negara-negara Arab dan Islam atas semua kejahatan ini, “Apa yang Anda tunggu, kami diblokade Anda diam, kami dibunuh Anda tak bergerak, sampai kapan kebisuan ini. Tidakkah aksi pembunuhan dan pembantaian ini menggerakkan hati nurani Anda? Tapi kami tetap berharap agar Anda bisa bergerak, wahai umat Islam bergeraklah tak ada lagi alasan untuk membiarkan kami terus diisolasi?” tanya Hamas keheranan.

“Mana partai politik, mana gerakan Islam, nasionalis, sosialis? Mana mereka yang masih mengaku punya harga diri di seluruh dunia? Bagaimana Anda membuktikan bahwa Anda bersama saudara-saudara Anda di Palestina? Mana aksi-aksi solidaritas Anda, mana aksi-aksi di jalan Anda yang ingin mendukung perjuangan rakyat Palestina, yang ingin menghentikan aksi pembantaian kepada anak-anak, orang tua dan wanita?” kata Hamas kembali mempertanyakan peran dunia Islam dan Arab atas pembantaian di Gaza.

Abu Zuhri meminta umat Islam dan Arab untuk bergerak melalui aksi unjuk rasa dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan agar bisa menekan pemerintah masing-masing negara untuk mengambil peran dalam menghentikan blokade jahat ini. “Kami mengajak para ulama untuk mengerahkan upaya dan daya menekan pemerintahannya agar bisa mengangkat blokade dan membuka perlintasan Rafah yang ditutup karena ada intruksi dari Amerika dan Zionis ‘Israel.” demikian pinta Abu Zuhri kepada umat Islam.

Wahai umat manusia, wahai umat Islam! Apa yang kalian tunggu? Saatnya solidaritas kemanusian mengetuk hati nurani paling dalam dan sisi kemanusiaan siapa saja. Apapun latar belakang agama dan bahasa kita. ”Sungguh Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang menolong agama dan kehormatan tanah sucinya.” Allahu Akbar Walillahil Hamd

Perusahaan Zionis Pasarkan Sepatu Bertuliskan Allah dan Muhammad di Bawahnya

sepatu yahudi Ketua Divisi Informasi gerakan Islam di wilayah Palestina 48 hari Senin, (10/8) mengungkapkan, sebuah perusahaan sepatu Zionis memasarkan produk sepatu Babouj yang bertuliskan di bawahnya nama Muhammad Allah dengan tulisan berbentuk paku yang saling bertautan. Sementara di bagian atasnya di tulis merek sepatu “Tuhan”. Sehingga tampak bahwa nama perusahaan sepatu tersebut adalah Muhammadullah dan merek perusahaan Tuhan di atasnya.

Perusahaan ini memproduksi sepatu Babauj dan memasarkanya di pasaran. Seperti ditegaskan seorang warga muslim, Farhan Abu Ubaid dari Uyun Qarah yang menyampaikan berita ini pada gerakan Islam.

Menurutnya, ketika ia mendengar berita bahwa Zionis membuat sepatu yang bertuliskan Muhammad ia segera berangkat ke pasar dan membeli sepatu tersebut untuk membuktikan kebenaran berita tersebut dan terbukti benar.

Ternyata, tulisan Muhammad dengan khat runcing menyerupai paku yang saling bertautan dengan lafazh Allah, sementara di atasnya bertuliskan nama merek Ilah (tuhan). Setelah memeriksa sepatu tersebut, sejumlah saksi mata meyakini bahwa tulisan tersebut dimaksudkan untuk menghina zat Ilahi dan melecehkan pribadi Muhammad SAW.

Selasa, 11 Agustus 2009

Elektroskop

Elektroskop adalah alat yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi apakah sebuah benda bermuatan listrik atau tidak, dan mendeteksi jenis muatan listrik benda. Dalam keadaan netral, daun elektroskop menguncup. Ketika bagian kepala elektroskop disentuh benda bermuatan positif, sejumlah muatan positif pada kepala ditolak dan bergerak menuju kedua daun elektroskop. Akibatnya, kedua daun elektroskop bermuatan positif (sejenis), sehingga daun elektroskop membuka karena saling tolak-menolak. Dalam keadaan bermuatan positif ini, elektroskop dapat dipergunakan untuk mendeteksi jenis muatan sebuah benda.

Sekarang, sebuah benda X yang belum diketahui jenis muatannya didekatkan ke kepala elektroskop yang bermuatan positif tersebut, dan jika ternyata menyebabkan daun elektroskop semakin membuka, dapat disimpulkan benda X bermuatan positif. Akan tetapi, jika benda X yang didekatkan ke kepala elektroskop menyebabkan daun elektroskop menguncup, berarti benda X ini bermuatan negatif.

Bagian-bagian sel syaraf

Sel saraf (neuron) memiliki bentuk yang khas. Sel saraf terdiri dari bagian-bagian: badan sel saraf, serabut saraf dendrit dan serabut saraf neurit (atau akson). Badan sel saraf terdiri dari sitoplasma, butir-butir Nissl dan inti sel.


Serabut saraf dendrit berupa serabut saraf berukuran pendek, berjumlah banyak dan bercabang banyak. Sedangkan akson berukuran panjang, biasanya hanya satu, diselimuti oleh seludang myelin berupa sel-sel Schwan serta bercabang menuju sinapsis. Di antara sel-sel Schwan terdapat celah yang disebut nodus Ranvier.

Bagian-bagian sel saraf memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:

  1. Serabut saraf dendrit: menghantarkan rangsang (impuls) dari luar sel saraf menuju ke badan sel saraf.
  2. Badan sel saraf: tempat metabolisme sel saraf.
  3. Serabut saraf akson (=neurit): menghantarkan rangsang (impuls) dari badan sel saraf menuju ke luar badan sel saraf.
  4. Persambungan (sinapsis): tempat pertemuan ujung akson sel saraf dengan ujung dendrit sel saraf lainnya, sehingga merupakan tempat perpindahan impuls menuju sel saraf lainnya.