Sabtu, 29 Agustus 2009

Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Konfrotasi antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961. Keinginan itu ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap Malaysia sebagai "boneka" Britania.


Latar belakang

Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Britania Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Malaysia.

Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kepulauan Sulu.

Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris.

“ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. ”

Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan GANYANG MALAYSIA!
Soekarno menyaatakan PERANG!
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-"ganyang Malaysia". Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.

Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.

Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan khusus Indonesia (Kopassus) tewas dan 200 pasukan khusus Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur dibelantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).

Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan ditangkap oleh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan bakinya ditangkap oleh Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.

Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.

Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.

Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

Petir merupakan sebuah fenomena fisika


Sesuai dengan informasi yang disampaikan BMG (Badan Metereologi dan Geofisika) bahwa pada musim penghujan, hampir seluruh daerah di Indonesia berpotensi timbulnya adanya petir. Bahkan korban meninggal dunia akibat petir telah diberitakan di sana sini. Bagaimana supaya terhindar dari ancaman petir ?


Ada beberapa tips untuk menghindari sambaran petir ?
1. memahami sebenarnya apakah petir itu ?
2. bagaimana mengamankan gedung dari petir ?
3. Apa yang harus di lakukan jika terjadi hujan petir ?

A. Apakah petir itu ?

Petir terjadi menjelang atau saat hujan. Petir adalah fenomena alam yang orang juga menyebutnya sebagai guntur, halilintar, "geledek". Petir bukanlah malaikat yang sedang memotret makhluk di bumi, bukan pula cambuk malaikat yang sedang mencari setan yang gentayangan. Terjadinya Petir dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sebuah awan, sebut saja awan A mula-mula netral, kemudian menjadi bermuatan akibat partikel-partikel di dalamnya bergesekan. Awan lain, sebut saja awan B yang juga netral , kemudian menjadi bermuatan akibat partikel-partikel di dalamnya bergesekan. muatan yang dimiliki awan A berbeda dengan muatan yang dimiliki awan B, misalnya muatan awan A lebih rendah dari mauatan awan B. Ketika awan A dan awan B berpapasan, terjadilah loncatan muatan dari awan B ke awan A, karena ada perbedaan muatan. loncatan muatan ini disertai dengan adanya bunga api yang kita sebut sebagai petir.

Bagaimana bangunan, pepohonan, atau orang bisa tersambar petir ? Biasanya bangunan yang tertinggi, pohon yang paling tinggi dimana ada awan bermuatan di atasnya berpotensial untuk tersambar petir. Termasuk orang yang saat terjadi petir berada di tempat atau lapangan terbuka. Petir termasuk pelepasan muatan alami yang dramatik.

Sebuah gedung dapat tersambar petir. Peristiwanya dapat dijelaskan sebagaiberikut: Mula-mula awan netral menjadi bermuatan akibat partikel-partikel di dalamnya bergesekan. Muatan-muatan negatif yang terkumpul di bagian dasar awan menginduksi puncak bangunan tinggi sehingga muatan positif berkumpul pada bagian ini. Muatan-muatan negatif dari awan petir ditarik dengan kuat oleh muatan-muatan positif puncak bangunan. Sebagai akibatnya, muatan-muatan negatif dari awan petir melompat ke bangunan untuk sampai ke tanah. Kita katakan bangunan tersambar petir.

B. Bagaimana mengamankan bangunan dari sambaran petir ?


Untuk menanggulangi bahaya tersambar petir, sebuah bangunan mesti di pasang penangkal petir. Penangkal petir terbuat dari bahan konduktor yang dibuat rungcing bagian ujungnya dan dipasang lebih tinggi dari bangunan, kemudian dipasang konduktor untuk merambatkan muatan dari petir ke tanah (groundsted).

Mengapa konduktor harus dibuat runcing? Hal ini disebabkan bahwa penangkal petir dianggap konduktor berongga, dan keadaan muatan tidak tersebar merata pada permukaan luar konduktor berongga. Berdasarkan eksperimen diketahui bahwa pada konduktor berongga, muatan hanya tersebar pada permukaan luarnya. Pada permukaan dalam konduktor tidak terdapat muatan listrik. Hasil uji menyatakan bahwa muatan paling rapat terdapat pada bagian permukaan luar konduktor yang paling runcing.

Pelepasan muatan adalah melompatnya muatan-muatan listrik (elektron) dari suatu benda ke benda lain, termasuk dari awan ke bangunan. Sambaran petir dapat menyebahkan kebakaran bangunan. Untuk melindunginya, pada puncak bangunan dipasang penangkal petir, peralatan yang pertama kali dibuat oleh Benyamin Franklin. Penangkal petir yang merupakan bola konduktor berongga yang bagian runcing ada pada posisi paling atas paling banyak menginduksi muatan sehingga jika awan yang bermuatan melewati di dekat penangkal petir, penangkal petir akan menginduksi muatan ke bagian yang runcing terlebih dahulu dan disalurkan melalui konduktor ke tanah, sehingga bangunan aman dari sambaran petir.

Dua keuntungan jika sebuah bangunan tinggi dipasang penangkal petir, yaitu:
1. Mengurangi kesempatan puncak gedung tersambar petir
2. Jika petir tetap menyambar, disediakan jalur untuk aliran elektron-elektron sampai ke tanah
tanpa merusak gedung.

C. Apa yang dilakukan jika terjadi hujan disertai petir?

Sewaktu terjadi hujan yang disertai petir, ada beberapa tips yang dapat mengantisipasi ang terjadinya sambaran petir, yaitu:
  1. Jangan berada di tempat terbuka seperti lapangan, sawah, yang tidak ada pepohonan yang tinggi disekitarnya saat terjadi hujan petir.
  2. Berlindunglah di tempat yang aman, masuk ke dalam rumah, masuk ke dalam mobil, atau masuk ke perkampungan dimana terdapat pepohonan yang lebih tinggi dari kita.
  3. Pasanglah anti petir untuk bangunan rumah anda.
  4. Sebaiknya menghentikan aktivitas lapangan saat terjadi hujan petir.
  5. Matikan peralatan elektronika seperti TV, Radio, dan lain-lain saat terjadi hujan petir.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Dan Rasulallah pun tertawa

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw. Orang itu punya masalah besar. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku telah binasa.”

Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang terjadi?”

Orang itu menjawab, “Saya mendatangi isteri saya di pagi hari bulan Ramadhan dan saya berpuasa.”

Benar. Ini masalah besar. Orang ini telah melakukan dosa yang sangat besar. Ia bersetubuh dengan isteri secara sengaja sewaktu berpuasa di bulan Ramadhan. Namun orang ini sungguh hebat. Ia berani mengakui kesalahannya itu di hadapan Rasulullah saw.

Apa yang dilakukan Rasulullah saw. kepada orang itu?

Rasulullah saw. tidak bermuka masam. Marah? Tidak. Beliau tidak memarahinya. Lelaki itu datang dengan rasa penyesalan dan ingin bertobat. Ia tidak datang dengan sikap membangkang. Ia datang berharap mendapat penyelesaian atas masalahnya.

Maka Rasulullah saw. bertanya, “Apakah kamu punya budak yang bisa dimerdekakan sebagai kafarat atas apa yang telah kamu lakukan?”

Orang itu menjawab, “Tidak.”

Rasulullah saw. bertanya lagi, “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?”

Lelaki yang tak mampu menahan nafsunya itu menjawab, “Tidak.”

Rasulullah saw. bertanya lagi, “Apakah engkau mampu memberi makan 60 orang fakir miskin?”

Lelaki itu sekali lagi menjawab, “Tidak.”

Tiba-tiba terjadi kebuntuan. Lelaki itu tidak punya apapun yang bisa digunakan untuk membayar kafarat atas perbuatan dosanya itu. Ia terduduk. Pasrah atas keputusan yang akan ditetapkan Rasulullah saw. atasnya.

Tak lama kemudian, datang seseorang membawa sebakul kurma. Orang ini memberi kurma itu kepada Rasulullah saw.

Rasulullah saw. memanggil si lelaki yang melanggar aturan Allah swt. Kepada orang-orang yang berpuasa. Kepadanya Rasulullah saw. menyerahkan kurma itu. “Ambillah ini. Sedekahkan!”

Orang itu malah bertanya, “Ya Rasulullah saw., apakah saya harus bersedekah kepada orang yang lebih miskin daripada saya? Demi Allah, tidak ada orang yang lebih miskin dari saya di Madinah ini.”

Mendengar itu Rasulullah saw. ketawa. Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, “Kalau begitu, berikan kurma itu untuk makan keluargamu!”

Sungguh, betapa lebar senyum lelaki itu. Kafarat dosanya tertebus, keluarganya mendapat makanan. Subhanallah!

Kamis, 20 Agustus 2009

Bangsa Natar

Bagi para pemain travian,yang masih pada belum tau sejarah bangsa natar,ini ceritanya:

Dahulu kala sebelum Bangsa Romawi masuk ke dunia Travian, sebuah bangsa super telah ada dan telah menguasai dunia travian dan membuat bangsa-bangsa lain seperti Galia & Teuton sebagai budaknya. Bangsa Natar ini adalah sebuah bangsa super yang memiliki kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Entah mengapa Suku Natar ini hilang dari peradaban dan mengubur semua ilmu pengetahuannya. Bangsa ini telah dilupakan dari dunia Travian.Tetapi kelak, bangsa Natar yang pernah menguasai dunia ini akan muncul kembali. Tentu dengan segenap kebudayaan, kebijaksanaan dan ilmu pengetahuannya yang tinggi. Suku ini berencana untuk menguasai dunia Travian kembali untuk yang kedua kalinya. Dan hanya bangsa inilah yang mampu mendirikan WOTW. Dan kedatangannya untuk keduakalinya memang untuk menunjukkan supremasinya dengan membangun WOTW di Golden City.Memang untuk membangunnya dibutuhkan biaya dan sumberdaya manusia yang sangat besar. Dan untuk itulah Suku Natar ini akan menguasai desa-desa lain di Travian, termasuk desa Anda!!!Suku Natar ini akan muncul sekitar 8-10 bulan sejak server dijalankan. Suku Natar ini dijalankan oleh NPC alias non-player character yang berarti dijalankan oleh komputer. Suku ini benar-benar super karena memiliki pasukan-pasukan super yang kemampuan dan kekuatannya bisa saja beberapa kali lipat kemampuan pasukan suku biasa dan dapat dibuat 2× kali lebih cepat.Misalnya saja unit pengintai, kalau suku Galia memiliki Pathfinder, Romawi memiliki Equites Legati atau Teuton memiliki Scout yang kesemuanya pengintai berkuda atau pelari, maka suku Natar memiliki Birds of Prey. Wujudnya sebuah burung pengintai yang tentu saja memiliki kecepatan tinggi dan jangkauan pengintaian yang lebih luas. Untuk membuatnya termasuk murah sehingga suku Natar bisa memiliki burung pengintai ini dalam jumlah yang sangat besar. Dan asyiknya adalah karena sulit dibunuh, tidak seperti pasukan suku biasa yang bisa saja terperangkap atau pun dibunuh. Hiks…Ada 10 jenis pasukan Natarian dimana kekuatannya tidak diketahui, Antaranya adalah :

Pikeman : Pasukan menggunakan lembing
Thorned Warrior - Pasukan Infantry pejalan kaki
Guardsman - Pasukan Pertahanan Desa
Birds Of Prey - Burung pengintip (undeathable)
Axerider - Pasukan berkuda bersenjata kapak
Natarian Knight - Infantri berkuda yg sangat kuat
War Elephant - Pertahanan infantry gajah perang
Ballista - Semacam catapult - Bola Besi berapi
Natarian Emperor N - Pemerintah Natarian/Jeneral
Settler - Pengangkut bisa angkut nilai seluruh desa (>100,000).

Itu baru kasus satu pasukan. Bagaimana dengan jenis pasukan lain? Selain lebih kuat, juga lebih cepat. Hiks… benar-benar musuh yang berat.Berhati-hatilah Ketika Suku Natar Ini Muncul.Mengapa harus berhati-hati? Karena ketika suku ini muncul di server, maka dia bagai predator bagi pemain-pemain lain. Yang lemah akan ditaklukkannya. Ini bagaikan sebuah hari kiamat di server Travian. Kalau pun desa Anda masih hidup, desa Anda cuma bagaikan sapi perah, diperas habis-habisan sumber dayanya. Dan para penduduk akan dijadikan budak untuk membangun WOTW.Jadi ketika suku Natar ini muncul di server kita, maka lawan kita sesungguhnya bukan lagi pemain travian lain. Kita harus bisa bersatu melawan suku Natar ini. Kalau tidak, maka kitalah yang akan dikalahkannya.Untuk bisa mengalahkannya, kalau perlu para aliansi saling bergabung untuk berperang melawannya. Walau pun demikian, hanya ada 1 suku yang dapat merebut script pengetahuan suku Natar dari Gudang Ilmunya.Nah, untuk itu diperlukan suatu strategi bersama, kalau perlu strategi lintas aliansi. Tentu saja dengan mengesampingkan ego dan tujuan pribadi masing-masing aliansi. Soalnya kalau tidak, maka seluruh pemain akan kalah dan server dikuasai oleh suku Natar yang dimainkan oleh NPC.Kemanunggalan itu harus dijalin di server Travian.Berburu Waktu. Satu-satunya cara mengalahkannya adalah dengan sesegera mungkin mengalahkan Suku Natar saat pertama kali kemunculannya. Jangan sampai suku ini sempat berkembang dan membangun kekuatan, apalagi sampai membangun WOTW! Suku Natar ini seperti suku predator dan harus segera dibasmi.Masalahnya adalah karena kita tidak tahu kapan suku ini muncul. Di beberapa literatur resmi cuma menyebutkan bahwa suku ini “akan segera muncul.” Dan pesan ini akan membuat para kesatria menggigil ketakutan karena pertempuran mahadahsyat akan segera tiba. Akhir jaman akan tiba.Di forum-forum ada yang menyebutkan kemunculannya 8 sampai 10 bulan sejak sebuah server Travian dimainkan. Tetapi kapan suku ini muncul? Hanya pemilik server Travianlah yang tahu. Hihihi…Masalah kedua adalah karena kita tidak tahu di koordinat mana suku ini dimunculkan. Bisa jadi suku ini sudah menjadi tetangga kita. Dan tahu-tahu desa kita sudah ludes. .

Rabu, 19 Agustus 2009

Islam Indonesia,antara nyata dan abstrak

"Antara nyata dan tidak, antara mau dan tidak mau tapi itu semua adalah sebuah titik bahwa kita harus sadar bahwa kita adalah sebaik-baiknya umat ketika kita mampu menampakan sisi keislaman yang sebenarnya tanpa ada dikotomi antara tauhid dan aspek dunia.”

Telukjambe, September’08 Esok adalah sebuah kumpulan cerita yang abstrak dan tak bisa diprediksi, namun seorang manusia yang wajar adalah seseorang selalu mempersiapkan segalanya atau selengkapnya dengan baik untuk songsong masa depan. Allah Swt. Berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 18 :

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Muslim yang baik adalah muslim yang sudah tahu betul apa yang akan dilakukan pada hari ini, dan ia sadar bahwa apa yang ia lakukan hari ini akan memberikan dampak yang signifikan pada masa mendatang. Tak ada nilai-nilai keraguan ataupun nilai yang cenderung kepada sikap pesimistis, karena semua tahu bahwa esok adalah abstrak dan harus dipersiapkan dengan matang.

Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia, yang merupakan asset yang berharga dan merupakan tolak ukur dari masyarakat muslim dunia. Karena itulah wajah dunia muslim Indonesia selalu menjadi sorotan yang paling tajam, sehingga ia merupakan sebuah informasi penting dalam segala kepentingannya. Muslim Indonesia dengan ciri yang lebih moderat bahkan mampu memposisikan diri sebagai negara muslim yang mampu menerapkan kesejukan, merupakan wajah lain dari dunia Islam yang cenderung kekinian dianggap sebagai agama radikal,agama teroris.

Oleh karena itu menurut hemat saya, posisi tawar itu merupakan hal yang berharga yang harus terus diperankan oleh Indonesia. Dan juga dengan posisi yang demikian, seharusnya peran kita pun sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar harus lebih signifkan dalam kancah dunia internasional. Sebagai negara mayoritas muslim, sudah seharusnya juga mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang mampu berkompetisi dengan masyarakat internasional. Kita seharusnya tidak perlu takut lagi dengan era pasar bebas jika sudah mempersiapkan dengan matang tentang kader-kader penerus.

Namun sayang, kita ini terlalu sering terjebak dalam pemikiran pragmatis sehingga cita-cita kita yang termaktub dalam preambule UUD’45 yakni mewujukan masyarakat adil makmur hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Jika kita menilik dan mentadaburi QS Al Hasyr ayat 18 tadi, sungguh akan menjadi sangat menarik dan akan mampu menggenjot mental bangsa menjadi bangsa yang selalu memiliki perencanaan yang mantap dalam melangkah.

Namun permasalahnnya tidak sesederhana itu, karena kita sebagai bangsa yang mayoritas muslim sudah kehilangan akarnya dan kehilangan pegangan utamanya. Nilai moral sebagai seorang muslim salah satunya saja nilai silaturahim hanya terlihat setahun sekali dalam tradisi mudik, lalu nilai lain tentang Islam contoh kejujuran sudah tergerus oleh pemikiran “perut adalah segalanya” sehingga kita pun menjadi negara mayoritas muslim namun sebagai negara peringkat ketiga dalam korupsi.

Al Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman dan tuntunan dalam melangkah kini hanya menjadi hiasan di sudu-sudut ruangan dihiasi dengan bingkai dan terlihat rapi karena memang belum pernah dibuka, atau mungkin ada dari kalangan yang terlihat hafal ayat Al Qur’an namun sayang hanya sekedar hafal dan hanya sampai di bibir saja belum sampai ke hati dan perwujudan dalam kehidupan. Kita hanya menjadi bangsa yang hanya sekedar namanya saja mayoritas Islam, namun kepribadian- kepribadiannya jauh dari konsep pribadi muslim sejati.

Ini yang menjadi polemik, ini yang menjadi rancu atau dengan bahasa yang lain “masa orang Islam takut dengan Islam”. Ada apa dengan ajaran Islam, dan ada apa dengan ketakutan yang menghampiri orang-orang muslim kini tentang ajaran agamanya? Contoh dalam hal ini orang “Islam” malas dengan mengeluarkan zakat, padahal dengan pengelolaan zakat itu orang miskin itu menjadi tidak ada (contoh dalam hal ini baitul mal yang dikelola Umar ibn Abdul Aziz) lalu kenapa harus takut jika itu memberi peluang hidup yang lebih baik kepada saudara kita yang miskin. Dan dalam hal ini tidak pernah ada cerita orang kaya jatuh miskin hanya gara-gara zakat, malah kekayaan kita akan bertambah banyak dan yang jelas semakin barakah.

Islam di Indonesia seharusnya menjadi ruh dalam perubahan tataran moral pribadi-pribadinya, dari yang tak jelas menjadi semakin jelas, dari yang rapuh menjadi tatanan yang kuat. Islam seharusnya menjadi kekuatan perekat persatuan bangsa ini, dan bukan menjadi sebuah kata-kata yang tabu dalam ranah kenegaraan karena Islam itu menganut sistem rahmatan lil ‘alamin. Islam Indonesia seharusnya menjadi pioner dalam tumbuh kembangnya pribadi muslim yang mewujudkan aspek tauhid dalam ilmu pengetahuan teknologi, kebudayaan serta kehidupan sosial kemasyarakatan tanpa menjadi masyarakat yang antipati terhadap lingkungan sekitar (eksklusif).

Konsep syumuliyatul Islam (kesempurnaan Islam) harus mampu diserap atau bahkan ditransfer ke dalam jiwa setiap muslim, agar ia menjadi sadar bahwa Islam itu bukan hanya mengurusi atau mengatur ibadah sholat, zakat, puasa, haji namun juga keselurahan kehidupan pribadi muslim diatur bahkan sampai ke ranah kenegaraan. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus segera sadar bahwa kita itu adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar dan punya peran cukup signifikan dalam kancah internasional mulai mempersiapkan generasi penerus yang akan datang menjadi generasi yang bukan generasi mental lemah, bukan generasi bodoh, dan bukan generasi yang hanya bisa menjadi follower murni.

Kita harus menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menunjang pembentukan pribadi-pribadi bermental pemenang, kita harus memberikan kucuran-kucuran dana yang cukup dan memadai kebutuhan kepada mereka yang berani berjuang mewujudkan cita-cita bangsa ini. Islam itu harus menjadi titik tolak berfikir, bergerak, berjuang seorang muslim, dan bukannya menjadi sebuah kejumudan.

Esok hari merupakan harapan bagi orang-orang yang optimis, dan Islam selalu mengajarkan sikap optimis dalam menjalani hidup. Sudah saatnya kita teriak “bebas merdeka” dari cengkraman nafsu syaitani yang selalu menyusun dan mendayung kita untuk menjauh dari Allah swt. dan Sunnah Rasulullah saw. Sudah saatnya pula Islam Indonesia hari ini berjalan beriringan bersama Islam di seluruh dunia untuk sama-sama berfungsi sebagai pemimpin dunia yang mampu melayani umat dunia ini dalam kerangaka keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama dan saya rasa Islam sudah selesai dalam kerangka keberagaman itu dengan QS Al Hujarat Ayat 13 dan QS Al Kafiruun ayat 6 dan Islam bukanlah agama yang ketika mengahadapi masalah harus selalu diselesaikan dengan peperangan (pedang terhunus).

Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita saat ini punya peran dalam menjawab pertanyaan Islam Indonesia esok hari akan seperti apa? Allahu a’lam